3 Penyakit Bawang Merah yang Menyerang Pada Musim Hujan
Bawang merah merupakan salah satu komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Namun menanam bawang merah tidak semulus yang kita bayangkan. ada banyak kendala yang harus siap kita tangani saat memilih menjadi petani bawang merah.
Salah satunya adalah kehadiran penyakit yang sering kali membuat petani resah. Apalagi dimusim hujan, kelembaban udara lebih tinggi dan sinar matahari juga kadang minim, ini membuat beberapa jenis jamur akan sangat mudah berkembang.
Tanaman bawang merah yang sebenarnya tanaman yang tumbuh didaerah kering, juga menjadi sasaran empuk jamur patogen.
lalu apa saja penyakit bawang merah yang menyerang di musim hujan ? dan bagaimana cara pengendalian ?
1. Penyakit Moler atau layu fusarium
layu fusarium adalah penyakit yang umumnya menyerang saat bawang merah ditanam pada musim hujan. penyakit ini disebabkan jamur fusarium oxysporum.
beberapa petani lebih mengenal penyakit ini dengan istilah penyakit inul.
gejala penyakit moler, tanaman layu seketika dan daun menguning serta melengkung. Akar tanaman membusuk, hingga umbi juga membusuk.
penyakit ini menjadi momok yang menakuktkan karena ketika tanaman sudah terinfeksi, sulit untuk diperbaiki. karena bagian akar yang tugasnya menyerap unsur hara untuk tanaman akan membusuk. sehingga meski kita telah menyemprotkan fungsisida, tanaman akan tetap mati.
apa yang menyebabkan bawang merah terinferksi fusarium ?
dari beberapa literatur menjelaskan, Ph tanah yang terlalu asam menjadi lingungan yang mendukung untuk perkembangan jamur fusarium. Oleh sebab itu, untuk tanah yang memiliki Ph asam lebih baik taburkan kapur pertanian sebelum penanaman untuk menaikan Ph tanah.
selain itu, kita juga bisa menggunakan agen hayati. mengingat saat musim hujan jamur ini bisa mudah berkembang pada jenis tanah apapun, maka penggunaan agen hayati sangat diperlukan.
Tricoderma Sp. adalah salah satu jamur antagonis yang bersifat memakan jamur patogen. jadi, dengan menyemprotkan agen hayati pada media tanam sebelum penanaman memberikan perlindungan untuk bawang merah dari serangan segala jenis jamur patogen termasuk jamur fusarium.
2. Penyakit Trotol atau Bercak Ungu
Penyakit trotol atau bercak ungu adalah penyakit pada bawang merah yang meninggalkan bercak berwarna ungu pada daun bawang.
Bercak ini disebabkan oleh infeksi cendawan alternaria porri. Bagian daun yang terinfeksi bakteri ini akan meninggalkan bercak berwarna agak ungu, yang kemudian ini bisa mematahkan daun bawang.
infeksi juga bisa menyebar sampai ke umbi, jika jamur telah menginfeksi umbi maka terjadi pembusukan umbi yang menyebabkan bawang mati.
Jamur alternaria menginfeksi tanaman bawang merah pada musim hujan, Jamur yang menginfeksi tanaman muda akan mengganggu pembentukan umbi. jadi hasil panen menurun drastis.
Apa yang mempengaruhi penyebaran jamur ini ?
seperti yang saya katakan sebelumnya, lingkungan yang lembab menjadi media yang sangat baik untuk perkembangan jamur ini. Jadi saat musim hujan intensitas serangan bisa berpotensi lebih besar.
Untuk penanganan anda bisa menyemprotkan fungisida berbahan aktif, mankozeb, chlorothalonil, dan triazole.
Untuk pencegahan, jamur ini bisa hidup pada bawang yang akan dijadikan bibit. Jadi sebelum melakukan penanaman, anda bisa menggunakan bubuk fungisida pada bibit agar saat ditanam jamur tidak aktif.
Kalau mau pencegahan secara hayati, anda bisa menggunakan agen hayati seperti pupuk hayati mikoriza yang mengandung banyak sekali cendawan yang mampu melawan patogen penyebab penyakit pada bawang merah.
3. Penyakit otomatis atau Antraknosa
antraknosa diidentifikasi sebagai penyakit busuk daun. Penyakit ini juga dikenal sebagai penyakit otomatis, karena ketika menginfeksi tanaman akan mati secara cepat dan berkelompok.
antraknosa disebabkan oleh jamur coletotricum gloesporiodes. jamur ini menginfeksi area daun, daun yang terinfeksi awal awal terlihat bercak putih pada daun, kemudian bercak tersebut membentuk cekungan yang melubangi daun bawang merah.
apabila jamur sampai membentuk koloni, maka infeksi bisa menjalar sampai ke umbi dan tanah.
jamur ini juga mudah menyebar pada kelembaban udara yang tinggi. itulah sebabnya saat musim hujan, anda perlu mewaspadai serangan jamur ini.
penyemprotan fungsisida sistemik yang dilakukan saat awal infeksi menjadi langkah untuk mengatasi serangan penyakit ini. fungisida berbahan aktif dimetomorf atau difekonazole dapat mengatasi serangan jamur antraknosa.
untuk mengatasi persebaran jamur, anda bisa menyemprotkan fungsisida berbahan aktif propineb. ini dapat melindungi agar bawang merah tidak terserang antraknosa untuk yang kedua kalinya.
Komentar
Posting Komentar