Apakah Sayuran Hidroponik Masih Menggunakan Pestisida ?
Ada banyak orang yang masih menanyakan apakah sayuran hidroponik benar-benar bebas pestisida ?
Ternyata TIDAK, ada juga sayuran hidroponik yang masih menerapkan pestisida.
Mengapa demikian. bukannya sayuran hidroponik terkenal akan gizinya ? daripada anda makin bingung simak bahasan dibawah.
Apakah Sayuran Membutuhkan Pestisida ?
Anda pasti sudah tahu kalau pestisida itu berfungsi untuk mengatasi hama, tapi apakah anda tahu kalau pestisida ternyata bukan satu-satunya cara untuk mengatasi hama ?
Dalam dunia pertanian kita mengenal pengendalian hama dari yang paling sederhana yakni mengeliminasi organ tanaman yang terkena hama sampai pada level serangan masif, baru kita pakai pestisida.
Jadi maksud saya, pestisida itu menjadi pilihan terakhir dalam pengendalian hama.
Kalau serangan hama sudah cukup masif (merata pada semua tanaman) maka cara yang paling praktis adalah dengan pestisida, kalau tidak maka petani bisa gagal panen.
Jadi kalau ada pertanyaan apakah sayuran itu membutuhkan pestisida dalam proses penanamannya ?
Ya tidak juga, tapi sejak terbuktinya pestisida kimia dalam memberantas berbagai hama, banyak petani yang langsung menggunakan pestisida meski presentase serangan masih dikatakan kecil. Sehingga muncul mindset, kalau mau nanam sayuran harus menyiapkan pestisidanya.
Sekarang bagaimana dengan sayuran hidroponik ?
Sebenarnya sih sama saja, bedanya hidroponik itu ditanam menggunakan media air, untuk urusan hama sayuran hidroponik juga masih bisa terserang OPT (organisme pengganggu tanaman) yang menyerang daun dan akar seperti kutu kebul, ulat, dan jamur fusarium.
Tapi sayuran hidroponik tidak akan terserang hama berjenis gulma sehingga bisa dikatakan hama pada sayuran hidroponik itu lebih enteng.
Tapi intinya sayuran hidroponik tetap bisa terserang hama, lantas apa langkah petani hidroponik dalam memberantas hama ?
Nah disini, sangat dipengaruhi oleh si petani itu sendiri, umumnya ada dua mekanisme pengendalian
1. Menggunakan pestisida nabati + yellow trap
Seperti yang saya katakan diawal, sayuran hidroponik tidak benar-benar bebas pestisida tapi para petani hidroponik umumnya menggunakan pestisida yang terbuat dari bahan alami (bukan pestisida buatan yang dijual ditoko pertanian).
Kelebihan pestisida nabati ini, sudah pasti bisa memberantas hama karena mengandung bahan aktif yang mampu mencegah pertumbuhan hama dan residu pestisida lebih ramah lingkungan sehingga tidak berdampak buruk pada lingkungan.
Pestisida nabati biasanya terbuat dari ekstrak bawang putih, daun mimba, daun pepaya dan banyak lainnya.
Cara pengaplikasian pestisida nabati juga sama yakni tinggal disemprot ke tanaman, pestisida ini bisa digunakan untuk mengatasi serangan hama juga mencegah hama untuk hinggap. Namun, karena murni dari bahan organik, pestisida nabati biasanya tidak tahan lama sehingga petani harus sering-sering melakukan penyemprotan supaya tanaman tidak dihinggapi OPT.
Yellow trap, itu sejenis jebakan berwarna kuning cerah untuk menjebak OPT seperti lalat pengerek daun. Jebakan ini cukup efektif dalam menekan lalat pengerek daun yang sering membuat lukisan abstrak pada daun sayuran.
2. Menggunakan green house
Untuk petani yang memiliki modal kakap, biasanya akan membangun green house yang terbuat dari plastik UV sebagai atap dan screen net atau insect net untuk dindingnya.
Green house ini pada dasarnya seperti tempat untuk mengkarantina sayuran dari kondisi sekitar. Jadi seburuk apapun kondisi lingkungannya, bisa diatasi dengan pembuatan green house.
Sayuran yang ditanam didalam green house bisa dibilang benar-benar bebas pestisida karena memang tidak hama dari luar tidak bisa masuk kedalam green house.
Meski demikian, bukan berarti petani bisa santai karena tidak menutup kemungkinan hama bisa masuk melalui celah celah sempit yang mungkin sebelumnya tidak terdeteksi. Apabila didalam green house sudah terdapat hama, maka semua tanaman didalam green house bisa terserang semua.
Apabila ini terjadi, bukan tidak mungkin senjata ampuh pestisida akan digunakan.
Kesimpulannya,
Dari segi hama sebenarnya tidak ada bedanya antara sayuran yang ditanam ditanah dengan hidroponik. Yang membedakan hanya cara penanganannya.
Meski demikian seperti yang saya katakan, petani hidroponik umumnya menggunakan pestisida nabati sehingga lebih aman.
Jadi saat anda akan membeli sayuran hidroponik pastikan sayuran tersebut bebas pestisida kimia, atau kalau perlu anda bisa menengok kebun hidroponiknya untuk mencari tahu apakah sayuran ini benar-benar bebas pestisida kimia atau tidak.
Ternyata TIDAK, ada juga sayuran hidroponik yang masih menerapkan pestisida.
Mengapa demikian. bukannya sayuran hidroponik terkenal akan gizinya ? daripada anda makin bingung simak bahasan dibawah.
Apakah Sayuran Membutuhkan Pestisida ?
Anda pasti sudah tahu kalau pestisida itu berfungsi untuk mengatasi hama, tapi apakah anda tahu kalau pestisida ternyata bukan satu-satunya cara untuk mengatasi hama ?
Dalam dunia pertanian kita mengenal pengendalian hama dari yang paling sederhana yakni mengeliminasi organ tanaman yang terkena hama sampai pada level serangan masif, baru kita pakai pestisida.
Jadi maksud saya, pestisida itu menjadi pilihan terakhir dalam pengendalian hama.
Kalau serangan hama sudah cukup masif (merata pada semua tanaman) maka cara yang paling praktis adalah dengan pestisida, kalau tidak maka petani bisa gagal panen.
Jadi kalau ada pertanyaan apakah sayuran itu membutuhkan pestisida dalam proses penanamannya ?
Ya tidak juga, tapi sejak terbuktinya pestisida kimia dalam memberantas berbagai hama, banyak petani yang langsung menggunakan pestisida meski presentase serangan masih dikatakan kecil. Sehingga muncul mindset, kalau mau nanam sayuran harus menyiapkan pestisidanya.
Sekarang bagaimana dengan sayuran hidroponik ?
Sebenarnya sih sama saja, bedanya hidroponik itu ditanam menggunakan media air, untuk urusan hama sayuran hidroponik juga masih bisa terserang OPT (organisme pengganggu tanaman) yang menyerang daun dan akar seperti kutu kebul, ulat, dan jamur fusarium.
Tapi sayuran hidroponik tidak akan terserang hama berjenis gulma sehingga bisa dikatakan hama pada sayuran hidroponik itu lebih enteng.
Tapi intinya sayuran hidroponik tetap bisa terserang hama, lantas apa langkah petani hidroponik dalam memberantas hama ?
Nah disini, sangat dipengaruhi oleh si petani itu sendiri, umumnya ada dua mekanisme pengendalian
1. Menggunakan pestisida nabati + yellow trap
Seperti yang saya katakan diawal, sayuran hidroponik tidak benar-benar bebas pestisida tapi para petani hidroponik umumnya menggunakan pestisida yang terbuat dari bahan alami (bukan pestisida buatan yang dijual ditoko pertanian).
Kelebihan pestisida nabati ini, sudah pasti bisa memberantas hama karena mengandung bahan aktif yang mampu mencegah pertumbuhan hama dan residu pestisida lebih ramah lingkungan sehingga tidak berdampak buruk pada lingkungan.
Pestisida nabati biasanya terbuat dari ekstrak bawang putih, daun mimba, daun pepaya dan banyak lainnya.
Cara pengaplikasian pestisida nabati juga sama yakni tinggal disemprot ke tanaman, pestisida ini bisa digunakan untuk mengatasi serangan hama juga mencegah hama untuk hinggap. Namun, karena murni dari bahan organik, pestisida nabati biasanya tidak tahan lama sehingga petani harus sering-sering melakukan penyemprotan supaya tanaman tidak dihinggapi OPT.
Yellow trap, itu sejenis jebakan berwarna kuning cerah untuk menjebak OPT seperti lalat pengerek daun. Jebakan ini cukup efektif dalam menekan lalat pengerek daun yang sering membuat lukisan abstrak pada daun sayuran.
2. Menggunakan green house
Untuk petani yang memiliki modal kakap, biasanya akan membangun green house yang terbuat dari plastik UV sebagai atap dan screen net atau insect net untuk dindingnya.
Green house ini pada dasarnya seperti tempat untuk mengkarantina sayuran dari kondisi sekitar. Jadi seburuk apapun kondisi lingkungannya, bisa diatasi dengan pembuatan green house.
Sayuran yang ditanam didalam green house bisa dibilang benar-benar bebas pestisida karena memang tidak hama dari luar tidak bisa masuk kedalam green house.
Meski demikian, bukan berarti petani bisa santai karena tidak menutup kemungkinan hama bisa masuk melalui celah celah sempit yang mungkin sebelumnya tidak terdeteksi. Apabila didalam green house sudah terdapat hama, maka semua tanaman didalam green house bisa terserang semua.
Apabila ini terjadi, bukan tidak mungkin senjata ampuh pestisida akan digunakan.
Kesimpulannya,
Dari segi hama sebenarnya tidak ada bedanya antara sayuran yang ditanam ditanah dengan hidroponik. Yang membedakan hanya cara penanganannya.
Meski demikian seperti yang saya katakan, petani hidroponik umumnya menggunakan pestisida nabati sehingga lebih aman.
Jadi saat anda akan membeli sayuran hidroponik pastikan sayuran tersebut bebas pestisida kimia, atau kalau perlu anda bisa menengok kebun hidroponiknya untuk mencari tahu apakah sayuran ini benar-benar bebas pestisida kimia atau tidak.
Komentar
Posting Komentar