5 Kelebihan Sayuran Hidroponik Dibandingkan Sayuran Konvensional

Belakang mulai marak sayuran hidroponik, dari mulai skala hobi atau rumahan sampai petani yang sebelumnya bertani secara konvensional pun sudah banyak yang beralih ke hidroponik.

Lantas, apa sih kelebihan sayuran hidroponik dibandingkan sayuran yang ditanam di tanah ?

Nah kali ini kami akan menggambarkan beberapa kelebihan yang bisa didapatkan dari sayuran hidroponik.


Kelebihan Sayuran Hidroponik


Secara umum, ada dua sektor yakni dari segi sayurannya dan dari segi proses bertaninya. Maksudnya, dengan hidroponik sayuran yang dihasilkan pasti memiliki kelebihan dan dari cara menanamnya juga pastinya lebih praktis dibandingkan konvensional.

Dari segi sayurannya beberapa kelebihan antara lain ;

1. Bebas pestisida kimia

Pemakaian pestisida sebenarnya upaya terakhir untuk mengatasi hama yang sudah menyerang tanaman.

Jadi bertani itu sebenarnya tidak membutuhkan pestisida namun ada beberapa kondisi yang menyebabkan hama di sekitar tempat bertani menjadi cukup banyak, sehingga langkah praktis untuk mengatasi hama yang sudah menyerang dengan masif itu ya dengan pestisida.

Namun, pemakaian pestisida sudah pasti akan memberikan efek negatif. Antara lain sayuran yang terkontaminasi bahan kimia dari pestisida dan kondisi lingkungan (air atau tanah) yang juga tercemar akibat residu pestisida.

Oleh sebab itu, petani yang sadar akan pentingnya gizi sayuran pasti akan memikirkan cara lain untuk menghadapi hama salah satunya dengan menggunakan sistem hidroponik.

Alasan hidroponik itu lebih tahan hama karena sistem ini tidak menggunakan media tanah, sehingga hama-hama seperti rumput itu tidak akan tumbuh. Meski demikian, hidroponik sendiri masih bisa terkena jenis hama yang menyerang daun serta jamur.

Oleh sebab itu, kalau anda melihat pertanian hidroponik rata-rata menggunakan green house. Fungsi green house sendiri salah satunya untuk mengkarantina sayuran dari kondisi lingkungan sekitar sehingga seburuk apapun kondisi lingkungannya masih dapat terkontrol.

Tapi kok banyak juga pertanian hidroponik yang terbuka ?

Benar sekali, tapi biasanya pertanian hidroponik tanpa green house digunakan untuk menanam jenis sayuran yang memang kuat terhadap serangan OPT (organisme pengganggu tanaman) seperti kangkung.

Sementara untuk jenis sawi-sawian yang mudah terkena hama ulat, biasanya petani mengakalinya dengan membuat pestisida organik yang terbuat dari bahan-bahan seperti bawang putih, daun mimba atau daun pepaya.

Meski terbuat dari bahan alami, ada bahan aktif yang dapat menghambat pertumbuhan hama sehingga efektif untuk mengatasi hama.

2. Sayuran lebih berbobot

Mengapa bobot sayuran hidroponik lebih berat ?

Ini sebenarnya tergantung juga dengan pemberian nutrisi serta umur tanaman, kalau anda pernah lihat sawi caisim bisa memiliki daun yang sangat lebar apabila ditanam dengan sistem hidroponik ini.

Selain itu menurut beberapa orang, sayuran hidroponik memiliki tekstur lebih crispy.

Ini disebabkan karena sayuran hidroponik ditanam langsung pada media air, sehingga kandungan air didalam sayuran juga cukup tinggi. Itulah yang menyebabkan sayuran ini tampak segar dan berbobot.

Selain itu, dengan menggunakan air sebagai pelarut unsur hara maka semua tanaman akan mendapatkan distribusi unsur hara yang lengkap secara terus menerus. Hal itu akan mendorong sayuran tumbuh hingga bobot maksimalnya.

3. Nutrisi sayuran lebih lengkap

Saya rasa baik sayuran hidroponik atau yang biasa, memiliki kandungan gizi yang sama saja. Tapi ada penelitian dari jurnal Practical Hydroponics & Greenhouses tahun 2000 yang menunjukkan bahwa tanaman hidroponik lebih unggul dalam segi nutrisi dan rasanya dibandingkan tanaman konvensional, tergantung nutrisi yang diberikan saat penanaman tanaman hidroponik tersebut.

Hal itu wajar saja karena sistem hidroponik akan menyuplai larutan unsur hara secara merata ke seluruh akar tanaman.

Unsur hara yang terkandung pada larutan ini minimal memiliki 11 unsur baik dari unsur makro dan mikro yang sangat dibutuhkan tanaman.

Ibaratnya, 11 unsur ini merupakan makanannya tanaman jadi apabila kesebelas unsur ini disuplai secara merata ke akar tanaman maka sayuran bisa memproduksi kandungan gizi yang lebih lengkap dibandingkan sayuran konvensional yang akarnya mencari nutrisi didalam tanah.

4. Sayuran terasa lebih segar dan higienis

Sayuran segar adalah sayuran yang langsung cabut dari kebun, betul bukan ?

Nah untuk hidroponik sendiri biasanya dipanen dengan dicabut hingga ke rambut akarnya. Sehingga tidak ada istilah sayuran layu karena asal akar tanaman masih basah maka sayuran tetap segar.

Selain itu, karena tidak ditanam ditanah maka akar tanaman pun nampak putih bersih. Kelebihannya, sayuran hidroponik terhindar dari bakteri yang berada didalam tanah seperti E coli sehingga lebih higienis.

5. Tidak layu meski disimpan dalam beberapa hari

Ini masih ada hubungannya dengan panen sayuran yang dicabut hingga akar-akarnya, selama akar tanaman masih ada maka dimanapun tempatnya akar masih bisa menyerap air untuk menjaga kesegaran tanaman.

Jadi cara untuk menyimpan sayuran hidroponik agar tetap segar bukan disimpan didalam kulkas tapi cukup letakan pada wadah dimana akar terkena sedikit genangan air. Maka dalam waktu seminggu pun sayuran tetap segar.

Mungkin 5 hal itu yang jadi kelebihan dari sayuran hidroponik semoga membantu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

3 Penyakit Bawang Merah yang Menyerang Pada Musim Hujan

Apakah Sayuran Hidroponik Masih Menggunakan Pestisida ?

4 Macam Penyakit Pada Bawang Merah Yang Paling Ganas