4 Macam Penyakit Pada Bawang Merah Yang Paling Ganas

hai sobat tani, bawang merah adalah salah satu komoditas yang menjadi unggulan pada pertanian di Indonesia.

harganya yang kadang melambung, membuat para petani sangat giat dalam bertani bawang merah.

namun, bertani bawang merah tidak semulus apa yang kita pikirkan. pasti ada saja kendala yang menghadang. salah satunya hama dan penyakit pada bawang merah.

penyakit pada bawang merah adalah gangguan yang menyebabkan tanaman bawang merah kita tidak berkembang sebagai mana mestinya. kadang penyakit ini juga bisa menyebabkan bawang mati, umbi membusuk yang menyebabkan hasil panen turun drastis.

malah, kalau tidak tepat cara pengendaliannya justru kita bisa rugi. duit udah keluar banyak, tapi hasil panen masih rendah.

lalu apa saja sih penyakit yang sering menyerang bawang merah ?

Macam Macam Penyakit Pada Bawang Merah

penyakit pada bawang merah disebabkan oleh organisme pengganggu tanaman (OPT) atau lebih dikenal sebagai hama. hama itu bisa berupa virus, serangga atau bakteri.

1. Penyakit moler atau layu fusarium

layu fusarium adalah penyakit yang umumnya menyerang saat bawang merah ditanam pada musim hujan. penyakit ini disebabkan jamur fusarium oxysporum.

beberapa petani lebih mengenal penyakit ini dengan istilah penyakit inul.

gejala penyakit moler, tanaman layu seketika dan daun menguning serta melengkung. Akar tanaman membusuk, hingga umbi juga membusuk.

penyakit ini menjadi momok yang menakuktkan karena ketika tanaman sudah terinfeksi, sulit untuk diperbaiki. karena bagian akar yang tugasnya menyerap unsur hara untuk tanaman akan membusuk. sehingga meski kita telah menyemprotkan fungsisida, tanaman akan tetap mati.

apa yang menyebabkan bawang merah terinferksi fusarium ?

dari beberapa literatur menjelaskan, Ph tanah yang terlalu asam menjadi lingungan yang mendukung untuk perkembangan jamur fusarium. Oleh sebab itu, untuk tanah yang memiliki Ph asam lebih baik taburkan kapur pertanian sebelum penanaman untuk menaikan Ph tanah.

selain itu, kita juga bisa menggunakan agen hayati. mengingat saat musim hujan jamur ini bisa mudah berkembang pada jenis tanah apapun, maka penggunaan agen hayati sangat diperlukan.

Tricoderma Sp. adalah salah satu jamur antagonis yang bersifat memakan jamur patogen. jadi, dengan menyemprotkan agen hayati pada media tanam sebelum penanaman memberikan perlindungan untuk bawang merah dari serangan segala jenis jamur patogen termasuk jamur fusarium.

2. Penyakit antraknosa

antraknosa diidentifikasi sebagai penyakit busuk daun. Penyakit ini juga dikenal sebagai penyakit otomatis, karena ketika menginfeksi tanaman akan mati secara cepat dan berkelompok.

antraknosa disebabkan oleh jamur coletotricum gloesporiodes. jamur ini menginfeksi area daun, daun yang terinfeksi awal awal terlihat bercak putih pada daun, kemudian bercak tersebut membentuk cekungan yang melubangi daun bawang merah.

apabila jamur sampai membentuk koloni, maka infeksi bisa menjalar sampai ke umbi dan tanah.

jamur ini juga mudah menyebar pada kelembaban udara yang tinggi. itulah sebabnya saat musim hujan, anda perlu mewaspadai serangan jamur ini.

penyemprotan fungsisida sistemik yang dilakukan saat awal infeksi menjadi langkah untuk mengatasi serangan penyakit ini. fungisida berbahan aktif dimetomorf atau difekonazole dapat mengatasi serangan jamur antraknosa.

untuk mengatasi persebaran jamur, anda bisa menyemprotkan fungsisida berbahan aktif propineb. ini dapat melindungi agar bawang merah tidak terserang antraknosa untuk yang kedua kalinya.

3. Penyakit Grandong

Kalau dua penyakit sebelumnya disebabkan karena serangan jamur atau cendawan, kali ini ada penyakit yang diakibatkan oleh aktifitas hama serangga.

Grandong adalah istilah untuk menjelaskan kondisi bawang merah yang daunnya kering, membusuk  dan seperti terbakar.

ini disebabkan oleh lalat penggorok daun. Lalat ini akan meletakan telur ke daun bawang, setelah telur menetas larva akan menkorok daun bawang sehingga menyebabkan bagian daun mati, kering dan akhirnya umbi bawang membusuk. satu lalat saja, bisa menelurkan sampai 300 butir.

tak heran, serangan penyakit grandong ini bisa berpotensi menyebabkan gagal panen apabila tidak ditangani dengan baik.

Hama ini tidak bisa dihindari apalagi saat musim kemarau, karena bawang merah merupakan salah satu tanaman inang dari spesies hama ini.

untuk pengendalian, penggunaan pestisida dengan bahan aktif Abamectin atau imidakloprit dapat mengatasi hama dalam wujud larva.

untuk mengurangi populasi larva, anda harus membuat jebakan agar lalat dewasa tidak bertelur pada bawang merah anda. salah satunya, anda bisa menggunakan yellow trap. jebakan berwarna kuning ini mampu menarik beberapa jenis serangga termasuk lalat penggorok daun.

berilah lem pada permukaan yellow trap, maka serangga akan menempel pada permukaan yellow trap. ini akan mengurangi jumlah lalat yang bertelur pada bawang, sehingga intensitas potensi serangan bisa berkurang. ini mempermudah kita untuk melakukan pengendalian menggunakan insektisida.

4. Daun kering termakan ulat

hampir sama seperti grandong, namun jenis hamanya berbeda. ini disebabkan oleh ulat grayak yang berasal dari serangga ngengat atau kupu-kupu.

jenis serangga ini juga menjadi hama utama tanaman bawang merah terutama di musim kemarau. tidak hanya itu, dilaporkan pada beberapa tempat, hama ulat grayak ini telah resisten terhadap beberapa jenis insektisida.

jadi, para petani suka dibikin pusing karena meski telah disemprot insektisida dengan harga mahal ulat tetap tidap tidak mati.

serangannya pun cukup membahayakan, karena ulat ini dapat memakan daun dengan cepat. Daun yang termakan biasanya akan terkuli/patah dan bekas yang dimakan ulat berpotensi membusuk.

ini cukup menganggu, karena kalau daunnya patah proses fotosintesis akan terganggu. sehingga meski bawnag selamat sampai panen, ukuran umbi dan anakan bawang tidak maksimal. ini membuat hasil panen turun sangat drastis.

untuk pengendalian, anda harus menggunakan insektisida dengan bahan aktif yang berbeda. Beberapa petani juga menggunakan insektisda berbahan aktif ganda atau mencampurkan dua insektisida untuk melawan hama yang sudah kebal ini.

tapi, ada langkah untuk melakukan pencegahan. minimal intensitas serangan ulat tidak terlalu besar, anda bisa menggunakan feromon trap. ini akan menangkap serangga jantan sehingga serangga betina tidak bisa kawin otomatis tidak akan bertelur.

produk feromon exi yang dipasarkan saat ini terbukti mampu mengurangi serangan ulat grayak. selain itu anda juga bisa menyemprotkan pestisida nabati yang berbahan dasar minyak nimba. Minyak ini mengandung zat untuk membunuh hama, dan punya kemampuan repelen atau menolak serangga.

artinya, potensi serangga yang hinggap di daun bisa berkurang.

itulah 4 macam penyakit pada bawang merah yang paling sering dialami.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

3 Penyakit Bawang Merah yang Menyerang Pada Musim Hujan

Apakah Sayuran Hidroponik Masih Menggunakan Pestisida ?