Cara Mengusir Kaper Pada Bawang Merah
Kaper atau serangga yang berbentuk seperti kupu-kupu ini sekilas terlihat cantik. Namun dibalik kecantikannya, serangga ini merupakan hama bagi tanaman bawang merah.
Kaper akan bertelur pada daun bawang merah, telur yang menetas menjadi ulat akan memakan habis daun bawang yang berpotensi menyebabkan gagal panen.
Pengendalian hama sudah dilakukan, namun ada kalanya populasi kaper meningkat sangat drastis. Terutama saat awal-awal musim kemarau. Dimana lingkungan yang kering mendukung siklus kehidupan kaper dari telur sampai menjadi serangga.
Para petani umumnya menggunakan insektisida sebagai langkah praktis pengendalian hama. Namun, populasi kaper yang sangat tinggi membuat insektisida tidak cukup ampuh untuk melindungi tanaman. Pasti ada beberapa bawang yang daunnya rontok, sehingga meski sudah disemprot insektisida mahal pun tetap ada kerusakan pada bawang.
Oleh sebab itu pengendalian tidak cukup dilakukan satu arah yakni hanya penyemprotan pestisida. Kita perlu menggabungkan pengendalian hama ini dengan metode yang lain. Salah satunya pengendalian untuk mengusir kaper supaya enggan bertelur pada daun bawang merah.
Jika jumlah kaper yang bertelur pada daun dapat berkurang, otomatis penggunaan insektisida bisa lebih efektif dan bisa menghemat pemakaian insektisida. Selain itu, dengan menekan populasi ulat maka dampak kerusakan yang ditimbulkan juga bisa diminimalisir.
Lalu bagaimana cara mengusir kaper supaya tidak hinggap pada tanaman bawang merah ?
1. Gunakan insektisida yang mengandung zat repelen
Repelen adalah sebuah zat yang gunanya menolak hama. Jadi, tanaman yang disemprot dengan zat repelen membuat serangga enggan mendekat. Dengan menyemprotkan insektisda yang memiliki zat repelen, maka potensi kaper dan serangga lain yang akan bertelur menjadi lebih sedikit.
Sehingga, setelah aplikasi akan menurunkan populasi hama secara signifikan.
Contoh insektisida yang mengandung repelen adalah Decis 25EC dari bayer.
2. Gunakan pestisida nabati
Aroma khas pada pestisida nabati juga cenderung tidak diskukai banyak jenis serangga. Dengan mengaplikasikan pestisida nabati, maka ini akan memberikan efek perlindungan.
Kaper jadi enggan mendekat sehingga tidak bertelur pada daun.
Tanaman yang bisa dijadikan pestisida nabati sebenarnya ada banyak, namun yang sudah teruji lewat berbagai penelelitian adalah daun mimba. Kalau anda sungkan membuatnya, anda bisa membeli produk neem oil atau minyak dari daun mimba yang berfungsi sebagai pestisida nabati.
ini juga mengandung zat repelen sehingga bisa menolak serangga.
Kelebihan pestisida nabati ini, lebih ramah lingkungan. Dan karena tidak mengandung bahan kimia, ini bisa diaplikasikan sesering mungkin untuk melindungi tanaman.
3. Feromon Exi
Feromon exi adalah salah satu produk penarik serangga jantan. Jadi, anda harus membuat jebakan dari toples yang dilubangi. Didalamnya diisi air dan feromon exi ini. Serangga jantan akan tertarik dan masuk ke toples lalu jatuh ke genangan air dan mati.
Kalau populasi serangga jantan berkurang, otomatis serangga betina tidak bisa kawin sehingga telurnya juga bisa diminimalisir.
Kelemahan teknologi ini, ada pada harganya yang cukup mahal. Tapi ini sudah terbukti mampu menurunkan intensitas serangan ulat, jadi kalau populasi kaper sangat tinggi pada lahan anda, tidak ada salahnya mencoba ini.
4. Yellow trap
Yellow trap adalah versi murah dari jebakan seperti jebakan feromon. Bedanya, yellow trap akan menarik serangga jantan dan betina. Dan tidak hanya kaper, lalat pengorok daun yang jadi penyebab penyakit grandong juga tertarik dengan jebakan ini.
Cara kerjanya, serangga akan tertarik dengan warna terang (warna kuning) dimalam hari (karena kondisi gelap, maka warna kuning bisa diidentifikasi sebagai cahaya oleh serangga).
Permukaan yellow trap dilumasi lem serangga, sehingga serangga yang terbang akan menempel pada yellow trap.
Kelemahannya, anda perlu mengganti yellow trap maksimal satu minggu sekali. Ini karena ketika sudah banyak serangga yang menempel itu akan menutup warna kunging dari yellow trap, sehingga perlu diganti yang baru.
Meski demikian, harga satu paket yellow tran ini cukup murah. Anda juga bisa membuatnya dari botol bekas dan car warna kunging.
Keempat pengendalian diatas, hanya bersifat mencegah hama supaya intensitas serangan bisa lebih sedikit. Anda tetap perlu menggunakan insektisida sebagai penuntas hama supaya telur dan ulat yang sudah menetas langsung mati.
Pilih insektisida sistemik dengan racun kontak, gunakan sesuai dosis dan gunakan secara bijak.
Komentar
Posting Komentar